ISTILAH - ISTILAH KOMUNIKASI DALAM AL - QUR' AN & HADITS

ISTILAH-ISTILAH KOMUNIKASI DALAM AL-QUR’AN DAN HADIS
          Dalam Al-Qur’an dan Hadis ditemukan cukup banyak istilah-istilah yang terkait dengan Ilmu Komunikasi. Di antara istilah-istilah tersebut adalah lafadz, qaul, kalam, nuthq, naba’, khabar, hiwarjidal, bayan, tadzkir, tabsyir, indzar, tahridh, wa’adz, dakwah, ta’aruf, tawashi, tabligh, dan irsyad. Makna dari masing-masing kata di atas akan dijelaskan pada saat pembahasan tentang istilah tersebut di dalam bab ini.
          Setelah mengumpulkan kata-kata yang memiliki makna yang terkait dengan komunikasi, penulis mengelompokkan kata-kata tersebut dalam empat kategori. Empat kategori itu adalah: pertama, jenis pesan; kedua, kekuatan pesan; ketiga, metode menyampaikan pesan, dan keempat, manfaat pesan.
a.      Jenis Pesan
          Pesan adalah seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator. Deddy Mulyana mengatakan bahwa pesan adalah sperangkat simbol verbal atau non verbal yang mewakili perasaan, nilai gagasan atau maksud sumber tadi. Adapun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pesan diartikan sebagai amanat yang disampaikan lewat orang lain, perintah atau nasihat yang tidak langsung atau melalui perantara. Pesan yang dimaksud dalam ilmu komunikasi adalah definis pesan yang disampaikan oleh Deddy Mulyana,
          Berdasarka definisi di atas, maka pesan terbagi dua: pesan verbal dan pesan nonverbal, simbol bahasa verbal adalah kata, baik yang terucap maupun yang tertulis. Adapun komunikasi nonverbal adalah pesan nonlinguistik yang diisyaratkan oleh anggota tubuh untuk menunjukkan sikap dan penampilan.
1.      Pesan Verbal
a.      Lafdz
Makna asal dari kata ‘lafdz’ dalam bahasa Arab adalah melempar. Disebut ‘lafdz’, karena bunyi yang kita keluarkan dari mulut ibarat bunyi atau simbol yang kita lemparkan dari mulut kita.
b.      Qaul
Dalam bahasa Indonesia, ‘qaul’ diartikan kata. Kata “qaul” disebutkan 1.722 kali dalam Al-Qur’an; 529 kali dalam bentuk qala, 92 kali dalam bentuk yaqulun, 332 kali dalam bentuk “qul”, 13 kali dalam bentuk qulu, 49 kali dalam bentuk qila, 52 kali dalam bentuk al-qaul, 12 kali dalam bentuk ‘qauluhum’ dan bentuk-bentuk lainnya. Dalam Al-Qur’an ditemukan cukup banyak ayat yang menggunakan istilah qaul. Secara umum qaul yang terdapat dalam Al-Qur’an bermakna kalimat dan digandeng dengan sifat tertentu.Berikut ini beberapa qaul yang di sebut dalam Al-Qur’an:
a)      Qaulan Ma’rufan
Ma’ruf artinya kebaikan dunia maupun akhirat. Ungkapan ini disebutkan empat kali dalam Al-Qur’an dengan menampilkan empat peristiwa yang berbeda-beda. Emapat ayat itu adalah surah al-Baqarah ayat 235, surah an-nisa’ ayat 5, surah an-Nisa’ ayat 8, dan surah al-Ahzab ayat 32.
b)      Qaulan Kariman
Qaulan Kariman secara bahasa berarti perkataan yang mulia dan berharga. Ungkapan ini diabadikan oleh Al-Qur’an pada surah al-Isra’ ayat 23.
c)      Qaulan Maysuran
Menurut bahasa qaulan maysuran artinya adalah perkataan yang mudah.maysuran adalah isim maf’ul dari yusr yang artinya mudah. Ungkapan ini terdapat dalam surah al-Isra’ ayat 28.
d)     Qaulan Balighan
Ungkapan qaulan Balighan secara bahasa berarti perkataan yang sampai kepada maksud, berpengaruh dan berbekas pada jiwa. Ungkapan ini terdapat dalam Al-Qur’an surah an-Nisa’ ayat 63.
e)      Qaulan Layyinan
Ungkapan Qaulan layyinan secara bahasa  berarti ungkapan yang lemah lembut. Ungkapan ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 44.
f)       Qaulan Sadiddan
Ungkapan qaulan sadiddan menurut bahasa berarti perkataan yang benar. Ungkapan ini terdapat di dua tempat dalam Al-Qur’an, yaitu di surah an-Nisa’ ayat 9 dan di surah al-Ahzab ayat 70.
g)      Qaulan Tsaqilan
Ungkapan qaulan tsaqilan secara bahasa berarti perkataan yang berat. Ungkapan ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah al-Muzammzil ayat 5.
h)      Qaulan ‘Adziman
Secara bahasa qaulan ‘adziman artinya perkataan yang besar. Ungkapan ini disebutkan oleh Allah SWT pada surah al-Isra’ ayat 40.
i)        Ahsanu Qaulan
Ungkapan ahsanu qaulan secara bahasa berarti perkataan yang baik. Ungkapan ini terdapat dalam surah Fushsilat ayat 33.
c.       Kalimat
Kalimat dalam bahasa Arab adalah senyawa dari dua unsur, yaitu lafdz dan ifadah. Lafdz sudah disebutkan maknanya dalam kajian sebelumnya, sedangkan ifadah artinya mengandung makna yang sempurna. Jadi, kalimat adalah susuan lafdz yang mengandung makna yang sempurna. Kata “kalimat” dalam Al-Qur’an tidak berdiri sendiri, tetapi di gandeng dengan kata yang lain. Setidaknya ada tujuh tempat yang menyebutkan kata “kalimat” yang sudah disandingkan dengan kata lainnya.
a)      Kalimatullah
Kalimatullah artinya adalah kalimat Allah. Istilah ini ditemukan dalam Al-Qur’an surah at-Taubah ayat 40. Yang dimaksud kalimatullah adalah agama Allah, hukum Allah, dan segala hal yang bersumber dari Allah baik itu perintah maupun larangan. Al-Qur’an menyatakan bahwa Kalimatullah itu tinggi. Ibnu Abbas mengatakan bahwa kalimatullah artinya adalah kalimat tauhid, la ilaha illallah.
b)      Kalimat alladzina kafaru
Makna Kalimat alladzina kafaru adalah kalimat orang-orang yang mengingkari kebenaran. Ungkapan ini trdapat dalam surah at-Taubah ayat 40 sebagaimana yang tersebut di atas.
c)      Kalimatun sawa’
Kalimatun sawa’ secara bahasa artinya adalah kalimat yang sama. Imam Thabari mengatakan bahwa kalimatun sawa’ adalah kalimat yang adil. Ungkapan ini terdapat dalam surah Ali ‘Imran ayat 64.
d)     Kalimat al-kufr
Secara bahasa, kalimat al-kufr artinya kalimat yang mengandung makna pengingkaran terhadap kebenaran, atau mengandung unsur pelecehan terhadap nilai-nilai kebenaran dan orang-orang yang membawa nilai kebenaran. Ungkapan ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah at-Taubah ayat 74.
e)      Kalimat al-Taqwa
Menurut bahasa kalimat taqwa artinya kalimat yang berfungsi melindungi. Ungkapan ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah al-Fath ayat 26.
f)       Kalimat al-Thayyibah
Secara bahasa kalimat thayyibah berasal dari kata thaba yang artinya enak, bersih, dan tumbuh. Ungkapan ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 24.
g)      Kalimaat al-Khabitsah
Secara bahasa kalimat khabitsah artinya kalimat yang buruk, jelek, kotor, hina, rusak, dan rendah. Ungkapan ini terdapat dalam surah Ibrahim ayat 26.
2.      Pesan NonVerbal
Selain membahas tentang bahasa atau pesan verbal, Al-Qur’an juga kaya dengan informasi tentang bahasa nonverbal. Di antara yang dibahasa oleh Al-Qur’an adalah makna isyarat mata, wajah, tangan, kaki, gerakan tubuh, bibir, kepala, dan seterusnya. Bahkan bisa dikatakan bahwa isyarat tentang pesan nonverbal dalam Al-Qur’an meliputi isyarat dari ujung kepala sampai ujung kaki.
b.       Kekuatan Pesan
          Pesan yang dikirim oleh seseorang memilki pengaruh yang berbeda antara satu dengan lain, baik pengaruh positif maupun negatif. Ada pesan yang memiliki kekuatan serta berdampak luas, dan ada pesan yang biasa saja, tidak terlalu berdampak besar, dan kadang-kadang dianggap oleh pendengar atau pembacanya seperti angi lalu saja. Selain itu, secara substansi, ada pesan yang akurat dan yang asal-asalan, ada yang benar dan ada yang dusta. Dalam kategori ini pesan tidak selalu mengandung kebenaran.
          Di antara jenis pesan dalam Al-Qur’an yang memiliki pengaruh luas adalah pesan yang disebut dengan istilah naba’, apakah berita itu benar atau salah. Adapun pesan yang mengandung pengaruh yang biasa saja, mengandung kemungkinan benar atas dusta, salah atau benar, yang kedua-duanya memungkinkan disebut dengan khabar.
c. Metode Menyampaikan Pesan
1.       Hiwar
            Hiwar menurut bahasa artinya pembicaraan yang berlangsung di antara dua orang atau lebih. Hiwar juga berarti bertukar pikiran dan saling mengoreksi dalam pembicaraan. Adapun menurut istilah hiwar artinya pembicaraan yang berlangsung di antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk menyampaikan informasi atau meyakinkan orang lain dalam suasana tenang dan tidak panas.
2.       Jidal
            Jidal menurut bahasa berarti memintal benang. Kata ini memberikan inspirasi bahwa jidal adalah upaya untuk merajut pendapat-pendapat yang bersebrangan seperti merajut benang-benang yang kusut. Asalnya digunakan untuk orang yang bersebrangan dengan pendapat yang kita yakini agar kembali sesuai dengan yang sebenarnya. Dalam jidal masing-masing pihak berusaha untuk meyakinkan dan mengalahkan lawannya dengan kata-kata telak dan kadang-kadang bercampur dengan suasana panas. Dalam bahasa Indonesia, jidal lebih dekat diartikan dengan debat.
3.       Bayan
             Kata bayan dalam berbagai jenisnya disebutkan banyak sekali dalam al-qur'an. Secara bahasa bayan artinya adalah jelas atau terang. Adapun menurut istilah bayan berarti menjelaskan tujuan dengan pilihan kata yang paling tepat. Al-Jurjani mengatakan bahwa bayan artinya menjelaskan maksud kepada orang yang mendengar.
4.       Tadzkir
            Tadzkir berasal dari kata dzakara yang berarti mengingat. Ketika bangun katanya menjadi dzakkara-tadzkir artinya berubah menjadi mengingatkan atau memberikan peringatan.
5.       Tabligh
            Dasar kata tabligh adalah balagha. Kata ini secara umum berarti selesai, berakhir atau sampai, yang bisa digunakan untuk tempat, masa, atau sesuatu yang abstrak. Seperti sampai di Pontianak, sampai usia 40 tahun, telah sampai maksudku adalah beberapa contoh yang menunjukkan kata sampai atau “ballagha” bisa digunakan untuk tempat, masa, atau sesuatu yang abstrak.
6.       Tabsyir
            Di antara metode menyampaikan pesan adalah dengan tabsyir. Tebsyir berasal dari kata busyra dan bisyarah yang artinya adalah bahagia dan gembira. Adapun kata tabsyir artinya adalah menyampaikan kabar bahagia dan gembira. Adapun tabsyir artinya adalah menyampaikan kabar bahagia dan gembira.
7.       Indzar
             Indzar secara bahasa berarti menyampaikan pesan dengan cara mengingatkan yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa takut dan kehati-hatian, baik untuk diri komunikator maupun komunikan. Indzar selalu terkait dengan mengingatkan orang untuk tidak melakukan perbuatan yang merugikan mereka di masa depannya, baik di dunia maupn di akhirat.
8.       Ta’aruf
            Ta'aruf secara bahasa berasal dari kata 'arafa yang berarti tahu atau kena. Tahu atau kenal disini artinya mengetahui dan mengenal sesuatu dengan tanda-tanda yang membuatnya bisa membedakan antara satu dengan lainnya. Ketika bangun kata berubah menjadi ta'aruf, maka kata ini bermakna saling mengetahui atau saling mengenal tanda-tanda atau ciri-ciri orang, baik lewat nama, cara berbicara, watak dan karakter, dan berbagai aspek lainnya. Saling mengenal adalah salah satu tuntutan hidup manusia sebagai makhluk sosial.
9.      Tawashi
            Tawashi berasal dari kata wasiat yang secara bahasa artinya bersambung. Seseorang memberi wasiat artinya menyambungkan apa yang diinginkannya kepada orang lain. Orang yang sudah dekat dengan ajalnya biasanya menyampaikan atau memberikan wasiat kepada orang yang terdekat dengannya. Maksud mewasiatkan di sini adalah menyambungkan dirinya yang akan meninggal dengan orang yang masih hidup, baik dalam bentuk memberikan harta ataupun pesan-pesan yang berharga.
10.  Nasihat
            Nasihat menurut bahasa artinya murni, jernih, bersih, tanpa noda. Menurut ibnu al-Atsir, nasihat merupakan untaian kata yang diungkapkan buat orang yang diberi nasihat dengan harapan orang yang diberi nasihat bertambah baik.
11.  Irsyad
            Irsyad berasal dari rasyada, artinya mencari petunjuk ke jalan yang lurus lawan dari kata sesat. Irsyad artinya proses membantu seseorang dalam mengatasi permasalahan pribadinya dengan mengerahkan dirinya untuk mengatasi masalah dirinya sendiri.
12.  Wa’dz atau mau’idzah
            Al-Jurjani mendefinisikan wa’d sebagai al-tadzkir bi al-khair fima yariqqu lahu al-qalb (mengingatkan tentang kebaikan yang membuat hati menjadi lembut).
            Wa’dz atau mau’idzah adalah jenis komunikasi yang bertujuan untuk melunakkan hati yang mendengarnya. Lunaknya hati refleksi pada linangan air mata, goncangan dada saat mendengarkan pesan, dan munculnya tekad untuk berubah.
13.  Idkhal al-Surur
            Di antara perintah Islam terhadap umatnya adalah perintah membahagiakan orang lain, baik dengan kata maupun perbuatan. Membahagiakan orang lain dalam istilah Rasulullah SAW disebut idkhal al-Surur.

 FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM
1.      Fungsi informasi
Informasi adalah kehidupan, karena sejak lahir seluruh perangkat untuk menyerap informasi seperti mata, telinga dan hati sebagai perangkat utama kehidupan sudah terpasang dan siap difungsikan. Prinsip dasar agama islam dalam menyebarkan informasi adalah menutup rapat informasi yang tidak baik yang terkait dengan orang lain, terutama yang terkait dengan orang lian, terutama yang terkait dengan masalah pribadi. Islam melarang namimah atau mengungkap kejelekan orang lain, dan mengkategorikan perbuatan ini sebagai salah satu dosa besar. Islam melarang orang yang bermimpi jahat untuk menyampaiakan isi mimpinya kepada orang lain. Bahkan orang yang bangga menyampaiakan informasi tentang kejahatan yang dia lakukan termasuk orang yang tidak diampuni dosanya oleh Allah swt.
2.      Fungsi meyakinkan
Fungsi menyakinkan artinya membuat ide, pendapat, dan gagasan yang kita miliki bisa diterima oleh orang lain dengan senang hati dan tidak terpaksa. Bahkan bukan sekedar menerima dengan sukarela, mereka yang merasa mantap dengan penjelasan tersebut bisa menjadi pendukung ide itu. fungsi menyakinkan dalam komunikasi islam bisa dicapai di antaranya dengan metode hiwar (dialog) dilakuakan dengan suasan santai, saling mengemukakan pendapat dengan tenang, dan akhirnya berujung kepada suatu kesepakatan mendukung ide bersama atau salah satu ide yang lebih baik. Adapun jidal (debat) biasanya lebih seru, kadang sampai panas, dan masing-masing ngotot dengan pendapatnya. Orang yang menyampaikan ide cemerlang dengan alasan dan logika yang kuat biasanya akan menjadi pemenang dari idenya akan dijadikan rujukan.
3.      Fungsi mengingatkan
Lupa adalah sifat yang tidak bisa berpisah dari manusia. Sifat ini sudah ada sejak adanya bapak manusia pertama, Adam a.s. ibnu mandzur dalam lisan al-Arab mengatakan bahwa diantara rahasia penamaan manusa dengan istilah insan karena manusia memiliki sifat pelupa.
Lupa didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengingat kembali suatu tema yang diperlukan pada saat yang diinginkan.
1.      Tidak kuatnya informasi menempel di otak
2.      Informasi yang terlalu banyak dan tidak disimpan dengan rapi ditambah lagi karena suntuk dan terlalu banyak pekerjaan yang harus dituntaskan.
3.      Informasi tidak tersusun berdasarkan kronologisnya
4.      Tidak mengikat informasi dengan tulisan
5.      Diantara faktor yang membuat orang menjadi mudah lupa ialah fsktor gizi buruk dan kesehatan yang tidak baik.
6.      Suasana tidak nyaman dan tidak aman juga membantu orang untuk cepat lupa
7.      Tidak ada waktu istirahat dan kerja terus-menerus
8.      Banyak benturan baik dari dalam maupun luar diri
9.      Tergesa-gesa
10.  Menggangap remeh suatu masalah
11.  Faktor keturunan
12.  Faktor usia
13.  Faktor godaan setan.
4.      Fungsi memotivasi
Manusia dalam hidupnya memerlukan charge karena semangat hidup manusia secara umum tidak stabil. Charge itu disebut dengan motivasi. Metode memotivasi diri sendiri adalah metode yang paling ideal. Metode ini praktis, murah, dan mudah, tetapi hasilnya dahsyat. Sebagaimana kita perlu membersihkan tubuh minimal dua kali sehari supaya tubuh terasa segar, maka memotivasikan diri sendiri juga paling tidak dilakukan setiap hari dua kali sehari agar jiwa kita selalu segar.
Selain metode memotivasikan adalah salah satu cara untuk menyuntikkan motivasi kepada orang lain. Metode yang paling cocok untuk menyuntikkan motivasi dalam komunikasi islam adalah metode tabligh dan tabsyir.
5.      Fungsi sosialisasi
Manusia dalam hidupnya tidak lepas dari berbagai mecam kebutuhan. Banyak teori yang menjelaskan tentang teori Maslow. Dalam bukunya motivation and personality, menjelaskan tentang kebutuhan pokok manusia.
a.       Kebutuhan fisiologi dasar (physiological needs). Manifestasi kebutuhan ini tampak pada tiga hal yaitu sandang, pangan dan papan. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan primer untuk memenuhi kebutuhan psikologis sann biologis.
b.      Kebutuhan rasa aman (safety needs). Manifestasi kebutuhan ini antara lain adalah kebutuhan akan keamanan jiwa, di mana manusia berada, kebutuhan keamanan harta, perlakuan yang adil, pensiun, dan jaminan hari tua.
c.       Kebutuhan sosial untuk dicintai dan disayangi (sosial needs). Manifestasi kebutuhan ini antara lain tampak pada kebutuhan ini antara lain tzmpak pada kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain, kebutuhan untuk maju dan tidak gagal.
d.      Kebutuhan akan penghargaan/prestise (esteem needs). Semakin tinggi stasus, semakin tinggi pula prestasinya.
e.       Kebutuhan akualitasi diri, kebutuhan ini menifestasinya tampak pada keinginan mengembangkan kapasitas mental dan kapasitas kerja, melalui on the job training, of the job training, seminar, konferensi, pendidikan akademis, dan lain-lain.
6.      Fungsi bimbingan
Ada empat fokus utama aktivitas komunikasi dalam membimbing seseorang pertama: membimbing orang untuk melakukan perbuatan baik dan menangkal mereka untuk melakukan perbuatan buruk kedua: memperbaiki atau memulihkan kondisi mereka yang sudah rusak ketiga : mengarahkan orang untuk menemukan potensi yang mereka miliki keempat : mengembangkan potensi manusia agar lebih maksimal.
Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, tetapi berpotensi menjadi rusak karena dalam diri manusia terdapat sifat fujur. Bimbingan akan berfungsi sebagai pencegahan jika dilakukan sejak dini sebelum seorang anak terkontaminasi dengan lingkungannya. Bimbingan bisa dilakukan dengan melakukan percakapan pribadi, dialog langsung, dan tatap muka dengan orang yang dibimbing, bisa dengan melakukan home visit untuk mengetahui kondisi rumah dan lingkungan yang memengaruhinya, atau berjunjung ke tempat kerjanya dan melakukan percakapan individual sekaligus mengamati kerja klien dilingkungannya.
7.      Fungsi kepuasan spiritual
Manusia terbentuk dari dua unsur yang keduanya memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Tubuh memerlukan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan segala hal yang mendukung keselamatannya. Adapun kebutuhan roh adalah berkomunikasi dengan Allah, sang pencipta. Ketika roh bersambung dengan Sang Penciptanya, hati menjadi tenang. Al-quran menyatakan bahwa sumber ketenangan hati adalah zikir. QS: Ar-Rad:28 yang artinya
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram”
8.      Fungsi hiburan
Dalam kehidupan ini, kita hanya akan berhadapan dengan dua kemungkinan: bahagia atau sedih. Tidak ada orang yang seumur hidup hanya merasakan kebahagian. Suatu saat dia akan merasakan masa-masa berat dalam hidupnya. Tetapi tidak ada juga orang yang selama hidup hanya merasakan penderitaan, pasti ada waktu-waktu dia bisa tertawa dan mengalami masa-masa bahagia.
Ketika mendapatkan kebahagian, islam mengajarkan kepada penganutnya agar mengucapkan syukur atas nikmat yang tela di dapat.selain rasa bahagia, kadang-kadang kita juga diselimuti oleh rasa takut. Takut kehilangan orang yang dicintai, takut dengan ketidakjelasan masa depan, takut kehilangan pekerjaan, takut tidak dihargai, takut kehilangan harta dan setrusnya. Semua kita pasti merasa lelah, kadang harus berhadapan dengan kesulitan, diuji dengan berbagai kasus, bahkan tidak jarang harus menderita.
Dala kondisi seperti itu, hati kita sangat perlu kepada hiburan. Hati yang terhibur akan membuat rasa takut menjadi hilang, lelah akan hilang, derita terobati, dan kondisi kita menjadi fresh kembali, ketika kita menjenguk orang sakit, Rasulullah mengajarkan kita untuk menghiburnya dengan kata-kata
“Tidak apa-apa, bersih insya Allah”
Kita bisa membuat orang menjadi tentram, meskipun tidak jarang kata itu melukai. Memasukkan kebahagiaan hati ke dalam hati orang lain di dalam Hadis disebut dengan idkhal al-surur.

   BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM
          Objek kajian ilmu komunikasi Islam terdiri dar tiga bentuk Komunikasi yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Tiga bentuk komunikasi itu adalah komunikasi manusia dengan allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya.
1. Komunikasi Ilahiah
2.  Pola Komunikasi Manusia dan Penciptanya 
3. Pola Komunikasi dengan Manusia Biasa
KOMUNIKASI INTRAPERSONA
          Komunikasi intrapribadi adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Dalam komunikasi bentuk ini, orang yang berperan sebagai komunikator sekaligus berperan sebagai komunikan. Dia berbicara kepada dirinya sendiri, dia berdialog dengan dirinya sendiri, dia bertanya kepada dirinya dan dijawab oleh dirinya sendiri.
          Komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang saat menerima informasi, mengolahnya, menyimpannya, dan menghasilkannya kembali. Proses pengolahan informasi berlangsung dalam empat langkah, yaitu: sensasi, persepsi, memori, dan berpikir.
KOMUNIKASI ANTAR MANUSIA
          Selain berbicara dengan penciptanya dan berbicara dengan dirinya sendiri, manusia juga melakukan komunikasi dengan sesama manusia. Komunikasi dengan sesama inilah yang menjadi perhatian utama ilmu komunikasi secara umum.
          Komunikasi dengan sesama manusia minimal memiliki tiga bentuk: pertama, komunikasi antarpersona atau antar pribadi; kedua, komunikasi kelompok; ketiga, komunikasi massa.
          Di dalam islam, istilah komunikasi dengan sesama manusia disebut hablun munannas, ta’aruf, dan muamalah
1.      Komunikasi Antarpersona (Komunikasi Antarpribadi)
2.      Komunikasi Kelompok
3.      Komunikasi Massa


PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU KOMUNIKASI ISLAM
1.       Prinsip Ikhlas
Secara bahasa, ikhlas berasal dari kata khalasha yang artinya suci, bersih dari noda. Sedangkan ikhlas menurut istilah adalah kerja yang dilakukan oleh hati untuk mensucikan dirinya dari berbagai motif yang tidak benar. Tidak ikhlas menyampaikan atau menerima pesan artinya tidak sucinya keinginan untuk menyampaikan atau menerima pesan.
Prinsip ikhlas ini adalah prinsip paling mendasar dalam komunikasi Islam. Kehilangan prinsip ini dari komunikator maupun komunikan akan membuat tujuan utama komunikasi yaitu ibadah menjadi hilang dan kekuatan pesan yang disampaikan memudar. Kehilangan prinsip ini  dari salah satu pihak akan membuat proses komunikasi terhambat apalagi bertemu antara ketidakikhlasan komunikator dengan komunikan.
Selain faktor penerima pesan, kekuatan pesan juga dipengaruhi oleh keikhlasan pengirim pesan. Pesan yang baik yang disampaikan oleh orang yang tidak ikhlas memiliki pengaruh pada penerimanya.
Ikhlas dalam komunikasi adalah pilar utama untuk mendapatkan komunikasi yang berkualitas : mendapatkan pahala, selektif, dan produktif.

2.       Prinsip Pahala dan Dosa
Prinsip ini menjelaskan bahwa setiap pesan ataua pernyataan yang keluar itu mengandung konsekuensi pahala atau dosa. Lisan memiliki peran kunci dalam berkomunikasi, apakah membawa kita kepada kesuksesan atau kehancuran.
Agar lisan kita tidak menjadi alat pengumpul dosa tetapi selalu memproduksi pahala, maka Islam membimbing manusia terutama umatnya untuk melakukan langkah-langkah berikut :
1.         Islam melarang berkat kotor dan kasar
2.         Memberi motivasi agar selalu berkata yang baik.
Rasulullah memberikan motivasi kepada orang yang berkata baik dengan berbagai macam cara diantaranya :
a.       Menyampaikan kabar gembira kepada orang yang selalu berkata baik dan mewanti-wanti orang-orang sembarangan mengeluarkan pernyataan.
b.      Berkata yang baik menyebabkan masuk surga dan mendapatkan tempat yang baik disana.
c.       Berkata baik dikategorikan memberi sedekah bahkan lebih baik dari sedekah
d.      Islam identik dengan ucapan yang baik.

3.       Prinsip Kejujuran
Kejujuran dalam menyampaikan pesan adalah prinsip mendasar dalam komunikasi Islam. Tidak tegaknya prinsip ini akan berakibat fatal buat kehidupan manusia.
Di antara bentuk kejujuran dalam berkomunikasi adalah :
a.       Tidak memutarbalikkan fakta
b.      Tidak berdusta

4.       Prinsip Kebersihan
Prinsip keempat ini tidak kalah pentignya dengan prinsip-prinsip sebelumnya. Islam sangat menekankan prinsip kebersihan dalam segala hal, termasuk dalam menyampaikan pesan. Pesan yang baik akan mendatangkan kenyamanan psikologis bagi yang menerimanya, sedangkan pesan-pesan sarkatis, jorok, berdarah-darah, pertengkaran, perselingkuhan, adu domba, gossip, umpatan, dan sejenisnya akan berdampak pada keruhnya hati.
Menyampaikan kata-kata yang memberikan harapan kepada seseorang adalah lebih baik daripada kata-kata yang membuat orang pesimis. Di antara tujuan komunikasi adalah memberikan kenyamanan psikologis kepada orang yang mendengarkan.

5.       Berkata Positif
Pesan positif sangat berpengaruh bagi kebahagiaan seseorang dalam kondisi apapun dia berada. Seorang komunikator yang sering mengirim pesan positif kepada komunikan akan menyimpan modal yang banyak untuk berbuat yang positif.
Motivasi adalah pesan positif, pesan yang diungkapkan dengan bahasa yang penuh optimis membangkitkan semangat untuk melakukan perubahan.

6.       Prinsip Paket (Hati, Lisan, dan Perbuatan)
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam satu paket lengkpa. Ada unsur jiwa dan ada unsur raga. Gerak raga dalam konsep Islam dipengaruhi secara kuat oleh hati atau jiwa. Artinya, lisan akan berbicara yang baik manakala hatinya baik, dan lisan akan mampu berbicara dengan baik dan lancar tanpa kendali dari jiwanya, yang diucapkannya akan terasa hambar.
Konsistensi antara hati, kata dan perbuatan adalah ciri manusia sukses. Allah tidak menyukai inkonsistensi. Tidak hanya Allah, manusia secara umum juga memandang bahwa inkonsistensi adalah cacat yang membuat nilai seseorang menjadi berkurang.


7.       Prinsip Dua Telinga Satu Mulut
Isyarat agar kita berhati-hati dalam berbicara dan banyak mendengar adalah pada struktur fisik yang diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut. Fisik kita yang diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut. Setelah informasi ditangkap oleh telinga, informasi tersebut disaring oleh perangkat akal dan sebelum dikeluarkan oleh lisan melalui mulut, lisan kita dikawal oleh gigi-gigi kita yang jumlahnya 32 itu.      
Orang yang cerdas adalah orang yang mampu memilah-milah informasi dan hanya mengambil yang terbaik dari informasi yang diterima.

8.       Prinsip Pengawasan
Prinsip pengawasan muncul dari kepercayaan mukmin yang menyakini bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengetahui. Selain itu mereka juga menyakini bahwa setiap kata yang diucapkan akan dicatat oleh malaikat pencatat.
Prinsip pengawasan ini akan membuat orang selalu merasa diperhatikan dan dipantau. Orang yang selalu merasa dipantau biasanya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statemen.


9.       Prinsip Selektivitas dan Validitas
      Berbicara dengan data dan informasi akurat adalah salah satu ciri pribadi berkualitas. Selain menambah kredibilitas, informasi yang akurat menghindarkan kita jauh kepada kesalahan yang berujung kepada penyesalan.
      Prinsip selektivitas dan validitas dalam komunikasi Islam bukan hanya bertujuan untuk memberikan kepuasaan bagi komunikan di dunia ini, tetapi tujuan utama mereka adalah agar bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka kemukakan pada saat diminta pertanggungjawabannya di akhirat.

10.   Prinsip Saling Memengaruhi
Tujuan dari komunikasi adalah saling mempengaruhi, maka membangun komunikasi yang bertujuan untuk menciptakan suasana yang sehat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Islam. Pengaruh pesan tersebut tidak hanya sesaat, tetapi kadang-kadang kekal sepanjang hidup komunikan.
            Di antara bentuk pengaruh strategis komunikan adalah :
            1.      Dapat merubah pendapat orang lain
            2.      Menjadi faktor yang menentukan baik buruknya manusia

11.   Prinsip keseimbangan berita (keadilan)
Dengan prinsip ini, informasi yang kita terima akan lebih akurat, karena pihak yang sedang berselisih kadang-kadang memberikan informasi yang sedang berselisih kadang-kadang memberikan informasi secara emosional dan kadang-kadang berlebihan.
Dalam menulis berita dikenal juga suatu istilah cover both side yang artinya perlakuan adil terhadap semua pihak  yang menjadi objek berita atau disebut juga dengan pemberitaan yang berimbang. Kita harus menampilkan semua fakta dan sudut pandang yang relevan dari masalah yang diberitakan, kita harus bersifat netral serta tidak memihak.

      12.   Prinsip Privasi  
Setiap orang memiliki ruang privacy yang tidak boleh diungkap di pentas publik, begitu juga dengan organisasi, lembaga dan seterusnya. Membocorkan rahasia sama dengan menelanjangi orang, organisasi dan lembaga dan membuat mereka malu.
            Allah melarang orang beriman untuk mencari-cari informasi tentang masalah yang masuk dalam ruang privacy. Istilah yang dipakai oleh al-Quran adalah kata ‘tajassus’.
            Melanggar masalah privasi seperti ini di dalam Islam masuk dalam status pelanggaran hak-hak asasi manusia, yaitu melakukan pencemaran nama baik.



Sumber :Harjani Hefni. Komunikasi Islam. Jakarta : KENCANA. 2015


Komentar