SUMBER ILMU KOMUNIKASI ISLAM & BEBERAPA KONSEP DASAR KOMUNIKASI ISLAM
SUMBER ILMU KOMUNIKASI ISLAM
A. Sumber - Sumber Komunikasi Islam
1. Al - Qur'an
Al- Quran ditinjau dari segi etimologis merupakan bentuk mashdar dari kata qara'a - yaqra'u - qira'atan - wa qur'anan. kata qara'a berarti menghimpun dan menyatukan. jadi menurut bahasa, Al - Qir;an adalah himpunan huruf - huruf dan kata - kata yang menjadi satu ayat, himpunan ayat - ayat menjadi surat, himpunan surat menjadi mushaf Al - Qur'an. Di samping bermakna menghimpun, Al - Qur'an dengan akar kata qara'ah, bermakna tilawah atau membaca. jika dua makna bahasa ini dipadukan, maka Al - Qur'an artinya himpunan huruf - huruf dan kata - kata yang dapat dibaca. makna Al - Qur'an seperti ini diisyaratkan oleh surat - surat dalam Al - Qur'an yang dimulai dengan huruf - huruf yang terpenggal - penggal seperti alif-lam-mim, alif-lam-ra, kaf-ha-ya, 'ain-shad, dan sebagainya. Menurut Ibnu Katsir (w.774 H), huruf - huruf yang terpenggal - penggal itu mengisyaratkan bahwa Al - Qur'an adalah berasal dari huruf - huruf itu. Tetapi ketika sudah turun menjadi Al - Qur'an, susunan huruf tersebut tidak hanya mengandung makna tetapi mengandung mukjizat yang tidak bisa ditandingi oleh siapapun. Al -Qur'an adalah mukjizat terbesar dan abadi yang di anugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Definisi diatas mengandung 5 makna penting yaitu :
1. Al - Qu'an adalah Firman Allah SWT (QS. an-Najm:4)
2. Al-Qur'an adalah mukjizat, tidak ada kata dan bacaan yang mampu menandinginya.
3. Al - Qur'an itu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu ke dalam hatinya melalui malaikat jibril a.s. (QS. 26:192)
4. Al - Qur'an disampaikan secara Mutawatir.
5. Membaca Al - Qur'an bernilai ibadah, bahkan setiap huruf diganjar oleh Allah dengan sepuluh kebaikan.
Fungsi Al - Qur'an
1. Al - Qur'an sebagai Huda (petunjuk), yaitu Allah memberikan petunjuk tersebut kepada umatnya agar tidak tersesat dan sampai kepada tujuan.
2. Al - Qur'an sebagai Furqon (pembeda), yaitu menunjukkan kepada manusia mana yang baik dan mana yang buruk.
3. Al - Qur'an sebagai Syifa' (obat), yaitu bahwa Allah tidak akan menurunkan suatu penyakit dimuka bumi ini kecuali menurunkan juga obatnya. Salah satu obat yang Allah turunkan adalah Al - Qur'an.
4. Al - Qur'an sebagai Rahmat, yaitu suatu bentuk sifat Allah yang penyayang, lemah lembut, empati, memberikan maaf, kenabian, dan rezeki, Rahmat ini adalah salah satu dari sifat Allah yang sangat menonjol.
2. As - Sunnah
Selain Al - Qur'an, kita juga dianugerahi panduan teknis bagaimana melaksanakan panduan umum yang terdapat dalam Al - Qur'an. Panduan teknis itulah yang disebut dengan As-Sunnah. Untuk menjelaskan teknis tersebut Allah mengutus Rasulullah SAW.
Ulama Hadis sepakat bahwa arti dasar kata as - sunnah yang berkaitan erat dengan hadis berkisar pada dua makna berikut :
a. Al-Sirah au Al - Thariqah, Hasanah am Sayyiah. Sirah dan thariqah yang berarti jalan kehidupan atau metode,yang baik ataupun buruk.
b. Al-Thariqah al-mahmudah al-mustaqimah Al-Thariqah al-mahmudah al-mustaqimah, yaitu jalan kehidupan atau metode yang lurus atau terpuji.
pada dasarnya kedua makna tersebut adalah sama, tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya berbeda dari sudut pandang. Makna pertama adalah makna umum yang mencangkup segala bentuk jalan kehidupan, cara/metode yang baik ataupun yang buruk. Adapun makna kedua memiliki pengkhususan hanya pada hal - hal yang bersifat baik dan terpuji saja.
Tugas Rasul yang paling utama adalah menyampaikan Risalah Allah kepada manusia. Tugas ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan komunikasi.
Fungsi Sunnah
Fungsi Sunnah adalah sebagai tafsir bagi Al - Qur'an. mengungkap rahasia yang dikandungnya, dan menjelaskan kehendak Allah SWT dalam perintah - perintahnya atau larangan - larangannya. Al-Qur'an sangat membutuhkan sunnah, karena tanpa sunnah banyak ayat - ayat Al- Qur'an yang sulit untuk dipahami, dan tidak bisa dimengerti maksudnya, tetapi tidak demikian sebaliknya, karena walaupun tanpa Al-Qur'an sunnah sudah bisa dipahami dengan sendirinya.
BEBERAPA KONSEP DASAR KOMUNUKASI ISLAM
A. KONSEP DASAR
Berikut ini beberapa pandangan umum tentang komunikasi islam :
1. Komunikasi Ada Sejak Manusia Ada
Usia komunikasi berbanding dengan usia manusia. Berdasarkan informasi yang bersumber dari Al - Qur'an dan Hadis, diketahui bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dimuka bumi ini. Sejak awal keberadaannya, Allah sudah menyiapkan perangkat - perangkat yang memungkinkannya untuk berkomunikasi. Perangkat itu adalah lidah, dan segala pendukungnya, pendengaran, penglihatan, dan Hati. Allah menciptakan telinga agar manusia dapat mendengar, Allah menciptakan mata agar manusia dapat melihat. Allah juga menciptakan fuad (hati) agar manusia bisa berpikir dan merasa serta bisa berkomunikasi dengan Allah SWT. Setelah perangkat komunikasi semuanya sudah siap dan berfungsi, maka Allah swt mulai berkomunikasi dengan Adam. Komunikasi pertama adalah Allah mengajarkan kepadanya seluruh asma' (kosakata).
2. Komunikasi Terkait dengan Pandangan Islam Terhadap Manusi
Dalam pandangan islam, manusia adalah makhluk empat dimensi : sebagai makhluk Allah, sebagai diri sendiri, sebagai makhluk yang hidup dengan sesama, dan sebagai makhluk yang hidup di alam semesta.
a. Sebagai Makhluk Allah, manusia memiliki ketergantungan kepada penciptanya, harus mengabdi dan melaksanakan segala perintah-Nya.
b. Sebagai diri sendiri, manusia adalah makhluk yang memiliki dua dimensi, baik dan jahat, dan mereka bergulat dengan dua kekuatan ini. Dimensi baik didukung oleh malaikat dan dimensi jahat dibisikkan oleh iblis. Dalam menjalani kehidupannya, manusia banyak menghabiskan waktunya untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri.
c. Sebagai makhluk sosial manusia tidak mungkin hidup menyendiri dan memisahkan diri dari komunitasnya.
d. Manusia tidak bisa mengelak untuk berinteraksi dengan makhluk selain manusia yang ada dimuka bumi ini. Dalam pandangan islam, seluruh makhluk hidup itu memiliki kesamaan, yaitu sebagai makhluk Allah yang diciptakan dengan sistem yang sama dengan manusia, mendapatkan rezeki sama dengan manusia, dan mendapatkan perhatian sama dengan manusia.
3. Komunikasi Adalah Kebutuhan Dasar Manusia
Dalam bukunya Motivation and Personality, Maslow mengatakan bahwa manusia memiliki lima kebutuhan yang berjenjang. Lima jenjang kebutuhan pokok manusia menurut beliau dijelaskan sebagai berikut :
a. Kebutuhan mempertahankan hidup, yaitu menifestasi kebutuhan ini tampak pada tiga hal, yaitu sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan primer untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan biologis.
b. Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan akan keamanan harta, perlakuan yang adil, pensiun, dan jaminan hari tua.
c. Kebutuhan Sosial, tampak pada kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain, kebutuhan untuk maju dan tidak gagal, dan kekuatan ikut serta.
d. Kebutuhan akan penghargaan, semakin tinggi status, semkain tinggi pula prestasinya. Prestise dan status ini dimanifestasikan dalam banyak hal, misalnya tongkat komando, mobil mercy, kamar kerja yang full ac, dan lain - lain.
e. Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja, kebutuhan ini manifestasinya tampak pada keinginan mengembangkan kapasitas mental dan kapasitas kerja, melalui on the job training, of the job training, seminar, konferensi, pendidikan akademis, dll.
4. Komunikasi adalah Wujud dari Kasih Sayang Allah Terhadap Manusia
Seluruh bentuk kebaiakn dan segala hal yang bermanfaat untuk manusia di dunia ini ataupun nanti di akhirat masuk dalam kategori rahmat. Rahmat adalah lawan kata dari mudarat dengan segala jenis bentuknya dan merupakan salah satu sifat Allah yang paling menonjol. Allah menyebut komunikasi dengan istilah "bayan" yang artinya kemampuan menyampaikan sesuatu dengan jelas. Sebaliknya, komunikasi yang tidak terbangun dengan baik bisa menimbulkan banyak permasalahan dalam hidup.
Sadar bahwa komunikasi adalah rahmat seharusnya menuntun kita untuk memanfaatkan nikmat yang disediakan oleh Allah ini untuk hal - hal yang disukai oleh-Nya bukan untuk membuat-Nya menjadi murka. Salah satu bentuk kasih sayang-Nya kepada umatnya dalam komunikasi adalah dnegan memberikan kesempatan bertobat dan mengavaluasi diri setiap hari selama 24 jam nonstop. Tobat adalah salah satu bentuk komunikasi yang khas dalam komunikasi islam, yaitu komunikasi antara makhluk dengan Allah. Manusia sanagat membutukan komunikasi ini, disaat manusia melakukan kesalahan, hatinya akan gelisah dan tidak merasakan ketenangan hidup. Agar perasaan bersalah itu hilang, maka Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat.
5. Komunikasi Bertujuan untuk Saling Mengenal Antarmanusia buat Mewujudkan Semangat Takwa
Manusia diciptakan Allah dengan berbagai macam latar belakang, baik bahasa, adat, suku, bangsa, dan agama. Maksud dari keragaman itu ialah adalah agar manusia saling ta'aruf atau saling menegnal. Setiap manusia itu unik, setiap adat juga unik, setiap suku pasti ada keunikannya begitu juga bangsa dan agama. Diantara manfaat ta'aruf juga adalah agar hubungan mnasab tidak terputus dan agar ikatan kekeluargaan menguat.
Menurut ajaran islam, ta'aruf tidak hanya untuk menghubungkan antarmanusia, baik yang memiliki hubungan nasab atau tidak, tetapi juga bertujuan untuk menebarkan nilai positif kepada setiap orang yang ingin berkenalan dengan kita. Kebutuhan manusia untuk berkomunikasi dengan sesamam terwujud dalam berbagai aktivitas.
6. Komunikasi Bertujuan untuk Menebar Semangat Silm (kedamaian dan kenyamanan)
Dalam perspektif islam, akhi dari proses komunikasi adalah mengantarkan menusia untuk merasakan kehidupan yang damai dan nyaman. Diantara bukti menyatukan prinsip slim dalam komunikasi adalah celaan Allah terhadap setiap orang yang suka mengumpat dan mencela baik dengan kata - kata maupun perbuatan. Semangat silm inilah yang bisa menghantarkan islam mampu merealisasikan cita - citanya untuk menjadi rahmatan lil'alamin. Adapun saling merendahkan, memfitnah orang, melakukan adu domba serta berbagai perbuatan negatif lainnya tidak sejalan dengan semangat dasar komunikasi islam.
7. Komunikasi Adalah Paket
Dalam ajaran islam, pesan yang diucapkan oleh lisan atau yang digoreskan oleh pena atau yang diisyaratkan dengan anggota tubuh merupakan terjemahan dari keinginan hati. Lisan atau goresan pena atau gerakan tubuh adalah juru bicara dari hati. Hati yang berkehendak diungkapkan oleh lisan dan dilakukan oleh anggota tubuh. Sejatinya, ketiga komponen tersebut harus sepaket. Ketika hati bersedih, lisan normalnya tidak kuasa untuk tidak mengungkapkan rasa, lalu diikuti oleh mata yang berbinar dan akhirnya menangis. Tetapi dalam kehidupan terkadang paket komunikasi fitrah seperti ini tidak selamanya terjadi. Kadang lisan memnyembunyikan suara hati meskipun dengan susah payah dan tidak jarang anggota tubuh harus bersandiwara melakukan pekerjaan yang tidak dikehendaki hati meskipun juga harus bersusah payah.
Karena sumber pesan adalah hati dan hati merupakan sumber kehendak, maka pesan yang dikeluarkan oleh lisan atau tulisan adalah terjemahan dari kehendak hati.
8. Komunikasi Memiliki Efek Dunia dan Akhirat
Komunikasi antar manusia merupakan aktivitas menyampaikan pesan dan menerima pesan dari dan kepada orang lain. Saat berlangsung komunikasi, proses pengaruh memengaruhi terjadi. Komunikasi juga bertujuan untuk saling mengenal, berhubungan, bermain, saling membantu, berbagi informasi, mengembangkan gagasan, memecahkan masalah, meningkatkan prokdutivitas, membangkitkan semangat kerja, meyakinkan, menghibur, mengukuhkan status, membius, dan menciptakan rasa persatuan. Komunikasi juga dapat dipakai untuk saling mendomba, melemahkan semangat, meruntuhkan status, membuat orang sedih, dan membuat orang terjerumus ke dunia hitam.
Karena muara semua tujuan komunikasi adalah pertukaran pesan dan saling memengaruhi, maka membangun komunikasi yang bertujian untuk menciptakan suasana yang sehat adalah bagaian yang tidak terpisahkan dari islam. Pengaruh pesan tersebut tidaklah hanya sesaat melainkan kekal sepanjang hidup komunikan. Diantara manusia bisa terpengaruh oleh komunikasi adalah karena komunikasi memiliki kekuatan menyihir atau memukau orang lain. Menurut Ibnu Hajar, "bayan" itu terbagi menjadi dua, pertama penjelasan maksud yang sebenarnya, kedua memperindah retorika sehingga hati para pendengar terpesonan mendengarkannya. Seni menyampaikan pesan disebut oleh Nabi sebagai sihir karena ia bisa mengalihkan perhatian pendengar kepada makna yang diinginkan oleh pembicara, merekapun keliru. jika pesan yang disampaikan membuat orang tertarik menerima pesan yang keliru, maka dia menjadi tercela.
Tetapi jika ia mampu menarik perhatian orang dengan tujuan menunjukkan jalan hidayah dan orang mendapatkan hidayah lewat perantaraannya maka perbuataan tersebut sangat terpuji. Karena besarnya pengaruh komunikasi di atas, maka kita perlu berpikir sebelum berkomunikasi, apakah membawa dampak positif atau negatif terhadap diri kita dan orang lain.
sumber : Harjani Hefni. Komunikasi Islam. Jakarta : Kencana. 2015.
Komentar
Posting Komentar