ILMU KOMUNIKASI ISLAM
A.
DEFINISI KOMUNIKASI ISLAM
1.
Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa
inggris communication. Di antara arti komunikasi adalah suatu
proses pertukaran informasi di antara
individu melalui sistem lambang – lambang, tanda – tanda, atau tingkah laku.
Komunikasi juga diartikan sebagai cara untuk mengomunikasikan ide dengan
pihaklain, baik dengan berbincang – bincang, berpidato, menulis, maupun
melakukan korespondensi.
Dalam bahasa arab, komunikasi sering
menggunakan istilah tawashul dan ittishal. Sebagai contoh,
Dr.Halah Abdul ‘Al al – Jamal ketika menulis tentang seni komunikasi dalam
Islam beliau memberi judul bukunya dengan Fann al – Tawashul fi al –islam (seni
komunikasi dalam islam). Begitu juga Prof. Dr.Abdul Karim Bakkar ketika menulis
komunikasi keluarga beliau memberi nama bukunya dengan al – Tawashul al –
Usari (komunikasi keluarga).
Kalau merujuk kepada kata dasar “washala”
yang artinya sampai, tawashul yang artinya proses yang dilakukan oleh dua pihak
untuk saling bertukar informasi sehingga pesan yang disampaikan dipahami atau
sampai kepada dua belah pihak yang berkomunikasi. Jika komunikasi hanya terjadi
dari satu arah tidak bisa dikatakan tawashul. Adapun kata ittishal secara
bahasa lebih menekankan pada aspek ketersambungan pesan, tidak harus terjadi
komunikasi dua arah. Jika salah satu pihak menyampaikan pesan dan pesan itu
sampai dan bersambung dengan pihak yang dimaksud, maka pada saat itu terjadi
komunikasi dalam istilah ittishal. Adapun dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, komunikasi diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan
atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat
dipahami.terjadinya hubungan dan kontak antara dua orang atau lebih juga dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia sudah disebut komunikasi.
Dr.Halah
al-jamal mengatakan bahwa komunikasi adalah upaya manusia untuk menampilkan
hubungan yang terbaik dengan pencipta – Nya, dengan dirinya , dan dengan sesama
manusia. Menurut definisi Halah, komunikasi adalah hubungan terbaik. Definisi
ini lebih menekankan pada kualitas komunikasi dalam tiga bentuk, yaitu :
komunikasi dengan pencipta, komunikasi dengan diri sendri, dan komunikasi
dengan sesama manusia.
Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human
Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang
diberikan oleh beberapa ahli. Banyaknya definisi komunikasi yang disebutkan
oleh Frank di atas mengisyaratkan rumitnya merumuskan makna komunikasi secara
spesifik dan beragamnya aktivitas yang masuk ke dalam ruang lingkup komunikasi.
Dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja yang
berjudul Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh definisi yang dapat
mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi tersebut
adalah sebagai berikut :
- Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata – kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang – orang lainnya (khalayak).
- Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain – lain melalui penggunaan symbol – symbol seperti kata – kata, gambar – gambar, angka – angka dan lain – lain.
- Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)
- Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
- Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
- Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
- Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat memengaruhi pikiran orang lainnya.
Stewart L. Tubbs dalam bukunya Human Communication merangkum arti
komunikasi dengan mengatakan bahwa komunikasi secara luas didefinisakan sebagai
“berbagi pengalaman”. Berbagi pengalaman diambil dari kata tawashul
(saling tersambung) yang merupakan model komunikasi dua arah atau lebih. Selain
berbagi pengalaman komunikasi juga berarti membagi pengalaman. Membagi
pengalaman diambil dari kata ittishal yang merupakan salah satu model
komunikasi satu arah. Selain membagi dan berbagi pengalaman, definisi
komunikasi juga tidak boleh mengabaikan aspek pengaruh komunikasi saat proses
dan sesudah proses berbagi pengalaman berlangsung.
Berdasarkan paparan di atas penulis
berpendapat bahwa komunikasi adalah proses berbagi dan membagi pengalaman
dengan tujuan saling memengaruhi.
2.
Definisi Islam
Kata islam dalam buku al-Tarifat karya
al-jurjani diartikan sebagai kerendahan dan ketundukan terhadap apa yang
dikabarkan oleh Rasulullah SAW. Makna islam menurut al-jurjani ini mengacu
kepada makna bahasa. Abdul Karim Zaidan dalam Ushul al-Dakwah memaparkan banyak
sekali definisi tentang islam. Diantara definisi islam menurut beliau:
- Islam adalah bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan, dan menunaikan ibadah haji, sebagaimana yang terdapat dalam Hadis Jibril.
- Islam adalah kerendahan, penyerahan diri, dan ketundukan kepada Allah. Ketundukan ini diisyaratkan harus dalam bentuk pilihan bukan karena terpaksa, yaitu ketundukan kepada Allah disegala bidang.
- Islam adalah sistem umum dan peraturan lengkap tentang urusan kehidupan, serta panduan meniti kehidupan dan segala konsekensi dari penerimaan atau penolakan terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT.
- Islam adalah kumpulan seluruh nilai yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh manusia, baik hukum akidah, akhlak ibadah, muamalat, serta berita – berita yang disebutkan di dalam Al – Quran dan As – Sunnah.
- Islam adalah jawaban yang benar dan tepat untuk menjawab tiga pertanyaan prinsip yang selalu menyibukkan akal manusia dan selalu muncul dalam pikiran mereka sepanjang masa.
- Islam adalah roh yang sebenarnya bagi manusia, cahaya dalam meniti jalan, obat segala penyakit, dan jalan ynag lurus yang akan memberikan keselamatan bagi penggunanya.
Islam
dalam arti kedamaian dan keselamatan inilah yang mewarnai seluruh dimensi
ajaran islam. Dengan semangat dan roh ini slogan islam untuk menebar rahmat
bagi seluruh alam bukan sekedar slogan, tapir roh yang melekat dengan nama
islam itu sendiri.
3. Makna Komunikasi Islam
Setelah mengetahui definisi komunikasi
dan definisi islam, dapat diketahui secara jelas bahwa yang dimaksud dengan
komunikasi islam dalam buku ini adalah komunikasi yang dibangun di atas prinsip
– prinsip islam yang memiliki roh kedamaian, keramahan, dan keselamatan.
Berdasarkan informasi dalam Al – Quran dan
Sunah ditemukan bahwa komunikasi islam adalah komunikasi ynag berupaya untuk
membangun hubungan dengan diri sendiri, sang pencipta, serta dengan sesama
untuk menghadirkan kedamaian, keramahan, dan keselamatan buat diri dan
lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan Raul – Nya.
Tindakan apapun dalam komunikasi yang
membuat hati seseorang menjadi rusak atau hati orang menjadi sakit atau luka
bertentangan dengan roh komunikasi dalam islam.
B.
RUANG LINGKUP KAJIAN KOMUNIKASI ISLAM
Objek kajian ilmu komunikasi islam terdiri
dari tiga paket kajian yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya.
Tiga paket kajian itu adalah komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan
komunikan dengan yang lainnya. Tiga bentuk komunikasi ini merupakan warisan
dari ajaran agama secara universal.
C.
MANFAAT MEMPELAJARI KOMUNIKASI ISLAM
Sebagai salah satu sisi dalam kehidupan
manusia, aktivitas komunikasi itu dikatakan akademisi sebagai aktivitas vital
dalam kehidupannya. Astrid Soesanto mensinyalirnya sebagai aktivitas yang
dilakukan manusia sebanyak 90% dalam kehidupannya sehari – hari. Menurut Schram
komunikasi dan masyarakat merupakan dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan
satu sama lainnya. Tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk,
sebaliknya tanpa masyarakat, maka manusia tidak mungkin dapat mengembangakn
komunikais.
Karena pentingnya komunikasi tersebut,
islam yang mengusung prinsip “kafah” atau komprehensif dalam ajarannya tidak
membiarkan umat yang meyajininya berkomunikasi tanpa panduan.
Kehadiran ilmu komunikasi islam bertujuan
untuk membimbing kaum muslimin secara khusus dan manusia secara umum agar mampu
membangun komunikasi kepada pencipta mereka, dengan diri sendiri, serta dengan
sesama berdasarkan prinsip – prinsip islam.
Komunikasi yang terjalin dengan prinsip
komunikasi islam akan menghadirkan kedamaian dan keselamatan, baik untuk diri
komunikan maupun untuk masyarakat secara umum. jika umat islam melakukan
komunikasi dengan niat ikhlas untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan
kualitas hubungan positif dengan sesama manusia, maka mereka tidak hanya
mendapatkan keuntungan dunia, tetapi juga akan mendapatkan pahala akhirat.
Sumber
: Harjani Hefni. Komunikasi Islam. Jakarta : Kencana. 2015.
Komentar
Posting Komentar